Minggu, 10 Desember 2017

Mengenal Amandel Lebih Dekat, Mencintai Anak Lebih Dalam



           Sebelum memiliki anak saya tidak terlalu tahu tentang amandel atau biasa dokter menyebutnya tonsil. Tetapi sejak menikah dan punya anak, mau tidak mau segala hal tentang amandel harus menjadi perhatian saya. Pasalnya ketiga anak saya pemilik amandel yang mudah bengkak.

            Amandel adalah dua kelenjar yang ada di dalam tenggorokan, berfungsi sebagai penangkal virus atau bateri yang masuk. Pada anak-anak dengan imunitas yang belum baik amandel menjadi rentan infeksi, tapi seiring bertambahnya usia, saat kekebalan tubuh mereka semakin baik seharusnya amandel tersebut menyusut dan tidak mudah infeksi lagi.
            Namun kenyataan yang terjadi dengan suami saya yang memiliki amandel mudah bengkak sejak kecil, peradangan amandel tetap saja terjadi. Semuanya tergantung pada daya tahan tubuh dan asupan makanan.
            Menurut dokter yang saya temui amandel itu bukan penyakit turunan, tapi entah bagaimana ketiga anak saya memiliki riwayat yang sama dengan ayah mereka dalam hal amandel yang mudah bengkak.

Faktor-faktor yang membuat amandel membengkak.
1.      Virus dan bakteri adalah penyebab utama infeksi amandel. Seringkali seduanya masuk melalui makanan. Tetapi ternyata virus dan bakteri tersebut juga menular melalui udara, percikan air liur ketika batuk, atau saat berbicara.
2.      Daya tahan tubuh menurun. Daya tahan tubuh menurun bisa disebabkan banyak faktor, diantaranya kelelahan, aktifitas yang padat dan kurang istirahat, serta begadang.
            Kedua faktor penyebab amandel tersebut saling berkaitan. Jika daya tahan tubuh seseorang menurun, lalu dia harus menjalani aktifitas yang padat dan kurang istirahat, disempurnakan dengan asupan makanan yang di dalamnya terdapat virus dan bakteri, maka dalam hitungan singkat seseorang akan merasakan ada yang tidak enak di tenggorakan sebagai awal mula membengkaknya amandel.

            Karena sudah memiliki pengalaman dengan 3 orang anak dan 1 suami pemilik amandel mudah bengkak, saya menandai jenis-jenis makanan penyebab atau pemicu amandel mudah bengkak. Yaitu :
1.      Es dan minuman dingin. Es atau minuman dingin yang diminum pada saat cuaca terik memang terasa nikmat, sesekali mungkin tidak masalah. Namun jika dalam tiga hari berturut-turut melakukan hal itu, biasanya setelahnya jadi sakit ketika menelan. Salah satu tanda amandel membengkak.
2.      Makanan pedas. Sepanjang yang saya ingat, makanan pedas yang paling cepat membuat amandel bengkak adalah serbuk cabe kering. Jenis makanan ringan atau bahkan berkuah dengan bumbu serbuk cabe yang dikeringkan jauh lebih cepat dibanding makanan pedas yang berasal dari cabe utuh segar seperti sambel. Meski demikian mengkonsumsi makanan pedas tetap saja jangan terlalu sering.
3.      Chiki-chiki-an atau makanan ringan dengan kandungan penyedap rasa yang tinggi sangat mudah membuat amandel anak-anak bengkak. Biasanya kita bisa mencium penyedap yang kuat langsung ketika kemasan makanan dibuka serta rasanya asin dan sangat gurih.
4.      Goreng-gorengan. Banyak mengonsumsi makanan yang digoreng dan mengandung banyak minyak menyebabkan amandel mudah bengkak.
Sumber infografis : Canva

            Saya tidak pernah bosan untuk mengingatkan anak-anak terhadap jenis makanan yang harus dihindari di atas, bukan hanya karena jika mereka sakit saya sendiri yang akan repot, namun anak-anak harus diajarkan tentang tanggung jawab untuk menjaga tubuh mereka agar terhindar dari sakit.
            Saya memberikan penjelasan pada anak-anak sejak mereka mulai mengerti bahwa tubuh mereka memiliki peraturan yang berbeda, tidak semua makanan yang mereka inginkan dapat dinikmati terlalu sering, karena ada amandel yang mudah bengkak. Harapannya, ketika mereka jauh dari saya mereka dapat mengontrol diri mereka sendiri.
            Jika sudah ikhtiar menghindar dari semua pemicu, namun amandel tetap bengkak itu adalah takdir yang harus dijalani. 😊

          
Sumber infografis : Canva

            Jika salah satu tanda itu muncul, biasanya saya melihat langsung dengan menggunakan senter, meminta anak membuka mulut dengan lebar. Biasanya benjolan langsung terlihat di pangkal lidah, tepat di belakang uvula (organ yang menggantung sebelum tenggorokan).
           
            Kapan kita perlu pergi ke dokter saat amandel anak bengkak?
-          Jika amandel baru membengkak saja, biasanya saya beri mereka minum air putih yang banyak, memberi vitamin C dan lebih memperhatikan asupan makanan berupa sayuran dan buah-buahan. Upayakan makan makanan yang lembut dan berkuah karena mereka mulai sakit menelan.
Jika suhu tubuh mereka masih di bawah 37,5 derajat, cukup dengan memberi obat penurun panas. Karena amandel membengkak yang disebabkan virus biasanya akan sembuh sendiri seiring dengan membaiknya daya tahan tubuh.
-          Tetapi jika amandel bukan hanya bengkak, tapi sudah memerah atau sudah terdapat selaput-selaput putih, itu tandanya sudah mulai infeksi, terutama jika suhu tubuh anak di atas 38 derajat dan sulit turun. Itu lah saat kita membutuhkan bantuan dokter untuk memilih antibiotik yang tepat bagi anak-anak.

           Meskipun sudah hapal tanda-tanda amandel yang membengkak, saya kerap merasa kecolongan ketika mendapati suhu tubuh anak tiba-tiba naik. Karena mereka seringkali mengabaikan rasa sakit yang mereka rasakan selama masih kuat bermain dan berlarian.
            Karena itu saya harus selalu siap dengan obat penurun panas sebagai pertolongan pertama. Sejak anak pertama hingga anak ke tiga saya biasa menggunakan obat penurun panas Tempra, karena cukup aman di lambung, mengingat anak-anak saya jika sedang demam dan amandel mereka bengkak makanan yang masuk jadi lebih sedikit karena sulit menelan.

            Tempra Syrup adalah obat penurun panas yang aman digunakan selama kita menggunakannya dalam dosis yang tepat. Untuk memastikan dosis yang tepat sangat disarankan untuk menggunakan gelas takar atau pipet yang ada dalam kemasan. 




            Selain itu kemasan Tempra sangat aman bagi anak-anak yang spontan dan mudah penasaran, botolnya yang plastik tidak mudah pecah meski terjatuh, serta tutup botol jenis CRC atau Child Resistant Cap yang harus ditekan dahulu lalu diputar untuk membukanya membuat anak-anak tidak mudah memainkannya. Kemasan ini sangat membantu, karena Tempra selalu saya bawa ke mana-mana jika bepergian bersama anak-anak. Ringan dan tidak mudah tumpah.

            Dulu saya selalu merasa bersalah setiap amandel anak-anak bengkak, atau setiap mereka sakit. Karena merasa sudah melakukan dan memberikan yang terbaik yang saya mampu. Apalagi setiap bulan terkadang gantian, ada saja yang sakit.
            Tetapi kemudian saya berpikir, selama saya mengurus mereka dikala sakit dan sehat. Saya meluangkan waktu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, menyayangi mereka tanpa syarat apa pun, membawa-bawa mereka dalam hati ketika kami berjauahan, saya yakin telah melakukan hal yang benar.
            Dalam dua tahun ini saya semakin mensyukuri kebersamaan dan kedekatan emosi saya dengan anak-anak, karena memiliki pengalaman yang berbeda ketika anak pertama saya masuk sekolah asrama.
            Kami jadi jarang sekali bertemu, hanya satu bulan sekali ketika saya menjenguk. Komunikasi yang kerap dilakukan hanya telepon, itu pun paling sering 2 kali dalam sepekan. Awalnya saya berpikir akan kehilangan banyak cerita darinya, tapi ternyata hingga sejauh ini komunikasi tetap berjalan lancar, semoga tetap seperti ini seterusnya.
            Komunikasi yang lancar dan terbuka dikarenakan selama ini hubungan kami sangat dekat, meskipun sebagai anak pertama, dia dibesarkan oleh ibu yang masih belajar menjadi ibu seperti saya, yang kerap melakukan kekeliruan dalam menemaninya tumbuh.
            Ketika jarak kami berjauhan, saya tidak pernah merasakan kehilangan yang dalam. Terlepas saya memiliki 2 anak lain yang kecil-kecil, dia juga berada di dunia yang baru dan sibuk.  Karena kami sama-sama tahu, saya mencintainya dan dia menyayangi saya dan keluarga.
            Ketika kami jarang berjumpa, justru naluri ibu dalam diri saya menjadi lebih kuat. Barangkali terasah do'a-do'a dan keadaan. Misalnya, disaat dia sakit tapi tidak mengabari, saya tiba-tiba ingat pada anak sulung saya itu tanpa alasan yang jelas. Ingat begitu saja, ingat yang berbeda dengan rindu biasa.
            Dan benar saja, ketika saya telpon dia sedang demam atau sakit lainnya. Alhamdulillah jika sakit yang tidak berat, seperti amandelnya bengkak karena tidak disiplin dalam makanan atau flu biasa, dia sudah tahu apa yang harus dilakukan.




          
          Saya dan suami pernah mempertimbangkan untuk mengangkat saja amandel anak sulung kami, karena dia sudah cukup besar. Tapi pengangkatan amandel tidak dapat dilakukan begitu saja, karena amandel adalah pintu masuk virus dan bakteri, sebelum menyerang organ lain, virus atau bakteri akan menyerang amandel terlebih dahulu sebagai tameng pertama.
            Selain itu terdapat risiko pasca operasi amandel. Seperti pemulihan sekitar 2 pekan lebih, pendarahan luka operasi, serta rasa sakit di tenggorokan.
            Karenanya toksilektomi atau operasi pengangkatan amandel memiliki syarat-syarat yang harus terpenuhi sampai pada keputusan harus dilakukan tindakan. Diantaranya :
1.      Amandel yang infeksi parah hingga demam tinggi berhari-hari.
2.      Amandel yang infeksi setidaknya tujuh kali dalam satu tahun, atau
3.      Infeksi tenggorokan 5 kali selama dua tahun bertutut-turut, atau
4.      Infeksi tenggorokan 3 kali selama tiga tahun berturut-turut.
5.      Saluran pernapasan terhambat karena amandel yang bengkak, hingga kekurangan oksigen.
6.      Tidur mendengkur yang parah hingga sering terbangun.
7.      Sulit menelan makanan karena terhalang amandel yang membengkak
8.      Adanya tumor pada amandel.

            Saat ini anak sulung saya dalam setahun masih merasakan amandel yang membengkak, tapi frekuensinya sudah jauh berkurang dibanding ketika dia kecil. Tapi tidurnya masih sangat mendengkur. Meski begitu saya dan suami belum memutuskan hendak mengangkat amandelnya mengingat risiko-risiko pasca operasi. Harapannya tentu saja,  anak-anak selalu sehat dan terhindar dari amandel yang infeksi. Hingga mereka dapat tumbuh dengan baik tanpa hambatan dan rasa sakit. Aamiin.
           Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra
           


           





            

8 komentar:

  1. Amandel bermanfaat tapi jika menganggu perlu operasi.sangat detail pemaparannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu ina, bermanfaat untuk perisai tubuh ya. terima kasih sudah mampir ya, bu

      Hapus
  2. infografisnya kece! aku dulu jg amandel mb, kls 3 SD, ga boleh makan ini itu, lalu minta operasi ke ortu, wkwk. brarti tiap org punya resiko amandel dr anak2 yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kebanyakan begitu. apalagi sekarang jenis makanan banyak banget. dulu aku di kampung kali, ya, makanannya itu itu aja, jadi gak pernah merasakan amandel bengkak hehe. prita akhirnya dioperasi gak?

      Hapus
  3. Apa ya beda amandel dengan radang tenggorokan? Sama-sama sakit buat menelan.
    Aku ingat nih saat sekolah ada yang kena amandel karena kebanyakan makan ciki-cikian. Berarti benar ya.

    BalasHapus
  4. Jadi tahu apa itu amandel secara lengkap, TFS mba :)

    BalasHapus
  5. Anak saya juga beberapa kali terganggu amandelnya tapi tidak disarankan dioperasi oleh dokter

    BalasHapus
  6. Dulu aku juga punya amandel,, sering kumat dan bikin sakit tenggorokan.. rasanya nggak enak kalo lagi kumat, mau makan apa2 sakit.

    BalasHapus