Senin, 18 September 2017

Atur Uangmu Agar Tak Terjebak "Middle Income Trap."

            Membicarakan tentang keuangan untuk beberapa orang sangat sensitif karena berkaitan dengan ego dan gengsi. Masih beranggapan bahwa keuangan adalah rahasia dapur masing-masing. Tidak sepenuhnya salah memang jika seseorang mampu mengelola keuangannya dengan baik. Tetapi jika belum melek tentang perencanaan keuangan, sebesar apa pun penghasilan seseorang jika tidak diatur mungkin saja berakhir berantakan.

            Membahas perencanaan keungan idealnya memang sejak kita masih muda, masih memiliki penghasilan yang digunakan sendiri. Namun seringkali perasaan diri masih muda tersebut membuat kita merasa baik-baik saja dan masa tua masih jauh. Padahal jika sudah menikah kebutuhan meningkat drastis dan seperti tak ada habisnya.
            Masa muda rentang usia 20 – 30 tahun dan telah memiliki penghasilan sendiri memang masa-masa yang paling menyenangkan, dimana kita bisa melakukan apa saja dan membeli apa pun yang kita inginkan sesuka hati.
            Menikmati uang hasil jerih payah kita memang sudah sewajarnya, tetapi merencanakan uang dari hasil jerih payah kita adalah sebuah kebijaksanaan.
            Sayangnya, saya termasuk yang tidak bijaksana. Sangat terlambat mengetahui tentang perencanaan keuangan. Tapi bagi siapa pun yang ingin memulainya segera, tetap akan bermanfaat dibanding tidak sama sekali.

            Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perencanaan keuangan ini lah yang membuat Sinarmas MSIG Life mengadakan gathering dengan tema Smart Mom, Protect Your Family SMile. Selain membahas tentang Edukasi Keuangan, gathering yang berlokasi di JSC Hive Coworking Hive, Jakarta, juga membahas tentang Menyikapi Bullying pada Anak.
            Sekilas temanya tampak berjauhan, tetapi dua hal itu yang sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu zaman sekarang.
            Pak Swandy Sitorus selaku Section Head Quality Insurance di Sinarmas MSIG Life mengungkapkan bahwa hanya 30 % masyarakat Indonesia yang melek tentang perencanaan keuangan, selebihnya sebanyak 70 % masyarakat sama sekali belum teredukasi. Sementara menurut Farahdini, salah seorang perencana keuangan, mengatakan, "perencanaan keuangan sangat urgent bagi wanita karena setiap wanita sangat rentan terhadap krisis keuangan. Setiap ibu mengatur seluruh kebutuhan keluarga, anak, suami, orang tua, dan keluarga lainnya."



Jadi, Bagaimana Sih Mulai Membuat Perencanaan Keuangan?


            Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan panduan :
1.      Pemasukan
            Tentu saja dimulai dengan mengetahui dengan pasti berapa penghasilan kita.
2.      Menyusun Kebutuhan.
            Selanjutnya kita harus membuat tabel kebutuhan primer dan sekunder, atau untuk lebih mudahnya memisahkan berdasarkan kebutuhan dan keinginan.
Kebutuhan
Keinginan
Makan
Berlibur
Sekolah
Baju, sepatu, tas baru
Cicilan rumah
Kendaraan lebih dari 1
Biaya listrik, air, telepon, internet.
Jalan-jalan setiap pekan
Asuransi kesehatan
Hobi yang menghabiskan dana
Asuransi jiwa
Fitnes
Hiburan
Gonta ganti perlengkapan rumah
Kendaraan
Dll.
Menabung untuk situasi darurat

            Kebutuhan adalah bagian-bagian yang tidak bisa digantikan. Seperti makan, sekolah, dan cicilan rumah. Saya memasukan biaya internet pada kolom kebutuhan, karena berkaitan dengan aktifitas sehari-hari, teman-teman juga dapat menyesuaikan untuk mendukung kegiatan yang penting.
            Zaman dulu mungkin orang tidak berpikir butuh untuk berasuransi, namun asuransi bermanfaat membantu mengurangi risiko jika terjadi hal di luar keinginan. Kita dapat bertahan tanpa merepotkan orang lain atau menggunakan dana darurat.
            Seperti halnya asuransi kesehatan yang sangat kita butuhkan. Kita memang wajib menjaga kesehatan, tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Tidak sebanding jika kita menabung sekuat tenaga, namun ketika jatuh sakit malah menghabiskan tabungan tersebut. Atau ironis ketika kita bersedia membayar mahal untuk menjadi member di sebuah fitnes club, tapi tidak bisa membayar untuk premi asuransi kesehatan yang lebih murah.
            Terkait dengan asuransi, sebaikanya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Saat memilih perusahaan asuransi pun harus dipastikan bahwa perusahaan tersebut sehat dan memiliki penopang yang kuat, seperti Sinarmas MSIG Life yang ditopang oleh Mitsui Summitomo Insurance yang sudah berpengalaman selama 32 tahun.
            Berusahalah untuk mendahulukan kebutuhan dibanding keinginan, karena keinginan cenderung tidak pernah cukup.
3.      Menabung dan investasi
            Setelah tahu seberapa banyak kebutuhan kita, jangan langsung memenuhi daftar keinginan. Sebaiknya segera memisahkan dana untuk menabung. Jadi uang yang disimpan untuk menabung bukan uang sisa, melainkan uang yang memang dialokasikan untuk menabung atau dana darurat.
            Selanjutnya, setelah merasa keuangan kita stabil dengan pemasukan dan pengeluaran yang sehat kita dapat memilih invetasi sesuai anggaran yang kita miliki.
            Invetasi dengan risiko yang besar biasanya memiliki keuntungan yang besar juga, namun jika ingin aman kita bisa memilih investasi dengan membeli emas dan properti.

          
Hati-Hati Masuk Middle Income Trap


            Middle Income Trap adalah jebakan bagi orang-orang yang memiliki pendapatan menengah. Menurut Aakar Abyasa Fitzuno, salah satu pembicara pada  Gathering 9 September lalu, masyarakat middle income di Indonesia adalah orang-orang dengan penghasilan 6 juta ke atas. Middle Income Trap berkaitan erat dengan gaya hidup. Semakin tinggi penghasilan seseorang, semakin tinggi gaya hidupnya.           
            Kita buat ilustrasi tentang seseorang yang bekerja dari posisi nol, kemudian kondisi keuangannya beranjak naik hingga berada pada level menengah. Ketika dia memiliki penghasilan 4 juta, dia merasa baik-baik saja tinggal di perumahan dengan fasilitas sederhana, tidak sering-sering main ke mall atau berwisata ke luar kota, cukup makan di restoran biasa, ponsel dan segala yang melekat di tubuhnya bukan fokus utama kepuasannya, dan ia merasa nyaman dengan merk-merk menengah.
            Tetapi ketika penghasilannya bertambah menjadi 6 juta, bahkan terus meningkat. Semua yang dia miliki, yang melekat ditubuhnya seperti baju, jam tangan, tas, dan lain sebagainya turut ditingkatkan. Gaya hidup dan gengsi pun meningkat. Dari yang biasanya refreshing akhir pekan di mall dekat rumah, mulai membuat daftar perjalanan ke berbagai kota dan negara.
            Berapa pun uang dimiliki seseorang akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun tidak akan pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup.
            Ketika penghasilanmu meningkat, sebenarnya ada beberapa hal yang dianjurkan untuk ditingkatkan. Tentu hal-hal yang menjadi pondasi dalam hidup sebelum terjebak dalam middle income trap. Diantaranya :
1.      Pendidikan.
2.      Asuransi
3.      Emergency Fund
4.      Retirement (dana pensiun)
5.      Property
6.      Investasi

            Seseorang dengan penghasilan menengah yang tidak terjebak dalam middle income trap lambat laun akan terus meningkat pada level whealthy, sebuah kondisi ketika seseorang memiliki kesehatan finansial. Dia akan terus bekerja, atau tidak sama sekali tidak akan berpengaruh besar pada kondisi keuangannya.

Kenalkan Anak-Anak pada Perencanaan Keuangan
1.      Kenalkan perencanaan keuangan sedini mungkin.
            Bagi yang sudah memiliki anak pasti ada yang pernah mengalami ketika anaknya berkata, "Uang mamah kan ada, tinggal ambil aja di ATM." Bagi anak-anak jika mamanya mengeluh tidak punya uang mudah saja, tinggal ambil uang di ATM. Mereka tidak tahu bahwa uang kita di ATM itu terbatas dalam bentuk angka-angka.
            Tapi biasanya anak usia 8 tahun ke atas mulai paham bahwa tidak semudah itu untuk mendapatkan uang, nah pada saat itu lah kita sudah bisa mengajak mereka terlibat dalam perencanaan keuangan. Tidak perlu terlalu detil, tapi biarkan mereka paham pelan-pelan tentang kebutuhan-kebutuhan keluarga. Hingga jika mereka ingin sesuatu yang tidak termasuk kebutuhan dirinya, dia akan bersedia menunggu.
2.      Ajarkan untuk menabung
            Anak-anak yang sudah kenal jajan biasanya agak sulit diajak menabung, caranya kita dapat memberi mereka goal tertentu ketika mereka menginginkan sesuatu.
            Misalkan ketika mereka ingin punya sepatu roda, ajak mereka menabung dari uang jajannya, atau dari uang pemberian kakek-nenek atau angpau hari raya. Biasanya anak-anak merasa lebih puas manakala berhasil membeli benda yang diinginkan dari uangnya sendiri. Dan kesadaran untuk menjaga barannya jauh lebih besar.
3.      Kenalkan anak tentang kebutuhan dan keinginan.
            Orang tua wajib memenuhi semua kebutuhan anak, sementara untuk keinginan mereka bisa jadi ajak diskusi untuk mendapatkannya. Salah satunya dengan cara menabung tadi.

            Nah teman-teman, cukup mudah kan untuk mulai mengatur uangmu dan mengenalkannya pada anak-anak. Membuatnya tidak lebih dari satu jam, namun manfaatnya bisa seumur hidup asalkan kita konsisten. Selamat mencoba.
            Oh, ya pada kesempatan berikutnya saya akan membahas tema ke dua dari gathering kemarin, yaitu tentang Bullying. Dimana setiap ibu zaman sekarang harus lebih peka untuk mengenal kasus-kasus bully yang semakin marak.
Berfoto usai acara



8 komentar:

  1. Keren deh.. makasih mak sharingnya semoga bisa mengatur keuangan dengan baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ... makasih sudah mampir mak tati :)

      Hapus
  2. wuihhh... emak yang duduk sebelahan sam aku nih.. gaul banget detail perencanaan keuangannya euy. Asik, bisa aku tiru-tiru dikit yaak tipsnya.. makasihhh :D

    BalasHapus
  3. Aku lumayan nyesel baru mulai nabung dan investasi dr sejak nikah. Pdhl kerja di bank asing skr udh dr lulus kuliah lgs keterima di sini.. Dan slama itu aku lbh srgnya foya2 . Tapi okelah, stdknya keuangan skr udh stabil, krn aku dan suami lgs nyisihin sebagian income utk investasi dan asuransi begitu trima gaji. Kita ga mau di hari tua nanti samasekali g ada pegangan apapun :)

    Kalo utk anak, itu aku ajarin dr umur setahun utk kenal uang mas. Tiap bulan aku ksh uang, buat mereka masukin ke celengan. Awal2 pasti ga ngerti gunanya apa. Si adek mikirnya itu permaian utk melatih motoriknya masukin uang ke lubang celengan :D. Nah, pas ultah mereka, dan celengannya penuh, boleh dibuka utk beli mainan yg mrk suka. Sisanya aku masukin ke bank. Begitu trus. . Moga2 sih merekanya jd terbiasa utk nabung semakin besar nanti

    BalasHapus
  4. anakku biasanya diajari nabung udah ngerti, dan bilang bisa buat beli mainan atau baju baru nanti semangat dah nabungnya

    BalasHapus
  5. Mantap nih, cocok buat anak muda yang sering boros :D

    BalasHapus