Senin, 20 Maret 2017

Blogger Day 2017 yang Luar Biasa bersama Blogger Crony dan Soman Bag. 1



"Semoga ini menjadi awal mula silaturahmi yang membawa berkah dan kebaikan. Aamiin. Berkah untuk penyelenggara, sponsor, panitia dan semua peserta yang membuka diri lebar-lebar untuk saling mengenal."


Bissmillahirrahmanirrahim
Tanggal 18-19 Maret kemarin untuk pertama kalinya saya menghadiri even Blogger, iya beneran ini pertama kalinya saya datang ke acara Blogger. Sebelumnya acara Blogger yang saya hadiri masih seputar menuntut ilmu aja, workshop sana-sini, sambil hasilnya belum kelihatan banget. Enggak apa-apa deh, ilmu kan investasi.

Acara ini bertajuk Blogger Day 2017 dalam rangka ulang tahun ke 2 komunitas Blogger Crony bekerja sama dengan SOMAN "Bukan obat tapi bekerja lebih baik dari obat." Tidak tanggung-tanggung acara diadakan 2 hari 1 malam, dengan agenda workshop yang padat.


Bagi saya acara ini benar-benar luar biasa, kita semua tinggal duduk manis menyimak pemateri-pemateri andal, sekaligus ada pemeriksaan kesehatan gratis, sekaligus juga ada pemeriksaan kebugaran tubuh, WOOW. Sudahlah makan, minum, tidur gratis. Dapat ilmu, dapat hadiah pula. Double-double serunya, Alhamdulillah, bersyukur banget bisa ikut acara itu.
Ingin selfi bareng seleb 😊
Di belakang saya MC kondang Yos Aditya yang seru banget
dan mba Wardah Fajri, Founder Blogger Crony

Dan yang paling luar biasa adalah menambah teman, bisa berkenalan dengan para blogger yang sudah malang melintang di dunia Blogger. Enggak ada yang belagu, mulai dari ketua penyelenggara (Terima kasih banyak mba Wawa, dan mba Suci yang udah terima saya jadi peserta), panitia, dan semua peserta yang hadir semuanya humble, apalagi ketika saya tanya akun medsos, lalu dengan suka rela kita semua saling folbek. Semoga ini menjadi awal mula silaturahmi yang membawa berkah dan kebaikan. Aamiin. Berkah untuk penyelenggara, sponsor, panitia dan semua peserta yang membuka diri lebar-lebar untuk saling mengenal.

Acara di adakan di Rumah Joglo kawasan Ciampea Bogor. Sebuah komplek Villa dengan bangunan kayu-kayu kokoh yang seakan membawa kita ke tengah-tengah komplek Keraton. Ciri khas dari Rumah Joglo ini adalah Buah Maja yang sudah langka berdiri di depan bangunan utama.
Pohon Maja

Acara Blogger Day  2017 yang diadakan Blogger Crony bekerja sama dengan SOMAN ini dibuka sekitar pukul 01.30 siang hari oleh penyelenggara, lantas dilanjutkan dengan materi pertama.

Social Media VS Real World
Oleh : Om Feri Yuniardo
Feri Yuniardo adalah pemilik chanel Dikidi Chanel dan Dikidi.com. Dikidi Chanel bisa disubscribe di Youtube. Setiap hari mereka mengunggah video-video di sana. Isinya bermacam-macam, mulai dari video pesanan alias promo, atau ajakan untuk melakukan hal-hal baik lainnya.

Kanan : Om Feri Yuniardo


Balik ke judul materi kali ini, sebagai orang yang baperan saya merasa diseret banget karena seringkali sulit membedakan antara dunia maya dan dunia nyata. Seringkali menganggap segala hal yang diunggah orang lain adalah kenyataan yang sebenarnya. Padahal belum tentu, atau bahkan enggak sama sekali.

Om Feri mengajak kita semua untuk mampu membedakan antara sosmed dan dunia nyata. Karena berdasarkan hasil penelitiannya hampir semua yang ada di sosmed itu palsu. Jadi, jangan baperan karena tidak semua yang diposting di sosmed itu nyata.
*duh, bener gitu enggak sih?  Soalnya kalau saya posting cerpen saya dimuat di koran anu itu beneran, bukan palsu* 😁

Selain itu Om Feri juga menyarankan jangan terlalu tergantung dengan sosmed, karena sosmed bukan hidup kita, selain itu pergerakan di social media berubah sangat cepat. Menguasai sosmed itu gampang aja, selama kita tidak jadi diri sendiri. Maksudnya, ada banyak hal yang tidak harus dibuka seluruhnya di sosmed. Terutama kegalauan kita. Hanya bagikan sesuatu yang baik, mengispirasi atau mengajak pada sesuatu yang positif.
Tetapi bukan berarti kita tidak jujur dengan membagikan seuatu yang dibuat-buat. Tetap tampilkan sesuatu yang real sesuai dengan citra diri kita selama ini.

Mengapa begitu?
Karena untuk teman-teman Blogger yang menggunakan social media untuk menambah penghasilan, seringkali job menjauh ketika calon pemberi job melihat kecenderungan kita lebih ke arah negatif.
Selain itu, menurut saya pribadi jika terlalu banyak membagi sesuatu yang negatif, selain berpengaruh pada citra diri kita, juga berpengaruh pada aura diri kita, pada cara pandang kita terhadap sesuatu hal. Bisa jadi berdampak pada prasangka negatif yang lebih dominan tumbuh di diri kita.

Jadi tuh, gaes, hindari deh posting-posting galau dan ngajak debat *Duh, saya masih sering kaya gitu😌* bagikan yang positif-positif aja untuk bisa lebih survive di dunia maya ini.

Ajakan atau saran berikutnya dari Om Feri adalah jadilah dermawan. Eh, dermawan ini bahasa saya sebenarnya, hanya Om Feri membandingkan Indonesia dengan Malaysia yang tentu saja penduduk pengguna twitter-nya jauh lebih banyak di Indonesia, tetapi kecenderungan untuk retwitt atau membagikan informasi dari teman itu jauh lebih sedikit, dibanding Malaysia yang penduduknya lebih sedikit, tetapi penggunanya senang dan rela me-retwitt.

Tidak ada ruginya ketika kita me-retwitt atau membagikan postingan teman sesama Blogger, terlebih tulisannya sangat bermanfaat untuk kita sendiri. Jangan takut ketika teman kita jadi jauh lebih terkenal dari kita, karena rizqi seseorang tidak akan tertukar. Tidak akan bertambah atau berkurang dengan  kita berbagi like, vote, atau re-twitt.

Sekian dari sesi workshop bersama Om Feri, yang sebenaranya banyak banget hal penting yang tidak sempat tercatat. Tapi secara garis besarnya seperti yang saya sampaikan ini.
 Sementara sekian dulu, ya. Insya Allah Cerita-cerita dari Blogger Day 2017 akan saya tulis dalam beberapa sesi, karena jika digabungkan akan sangat panjang. See you di sesi berikutnya.





16 komentar:

  1. wow banget mak
    Cepet bener udah jadi aja artikelnya
    Yes materi yang ini beneran kece
    Dunia nyata memang tak bisa digantikan dengan gemerlap dunia maya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini lanjutannya belum ada juga hehe ...
      bener banget, enggak usah menganggap dumah kehidupan seseorang yg paling nyata. sebenarnya belum tentu kaya gitu ya, mak hihi

      Hapus
  2. aahhh nanggung isinya nih mak. bikin penasaran aja nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih mak nurul, mau lanjutin kok ya bawaannya males mulu ... duh

      Hapus
  3. keren banget acaranya. sukses buat blogger disana salam dari blogger kepri

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga suatu hari bisa gabung ya, Roy Vandi. salam kembali untuk teman teman di sana

      Hapus
  4. Terima kasih sudah ikut bikin heboh. Artikelnya bikin penasaran. Di tunggu kisah selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah berkunjung, pak Satto. iya nih sambungannya masih berbentuk draft tulis tangan hehe

      Hapus
  5. Artikel bersahaja dan jujur ngga pake #baper

    BalasHapus
    Balasan
    1. baper mah sudah nyampur sama DNA, bunda. sebenarnya saya sangat baperan hihi ... makasih sudah main main sini yaa

      Hapus
  6. Wah...nunggu yg episode selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hope soon .... ini ngantuknya mesti dilipet lipet hehe

      Hapus
  7. keren udah jadi satu post ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba uli, dicicil aja. nunggu selesai semua kelamaan

      Hapus
  8. Reportase menarik mba...ditunggu tilisan selanjutnya..mohon mampir dan evaluasi tulisan saya ini ya mba..makasi http://charlesemanueld.blogspot.co.id/2017/03/luna-karib-beraksi-menjadi-lebih-berarti.html

    BalasHapus