Minggu, 30 Oktober 2016

Setiap Perempuan Kuat dengan Cara Berbeda






Saya tertarik dengan artikel di website Trivia yang berjudul Perempuan Tidak Boleh Selalu Manja, Ini Alasan Kamu Harus Menjadi Perempuan Tangguh! Dalam artikel tersebut mengemukakan teori tentang perempuan sebagai mahluk yang memposisikan dirinya lemah dan teraniaya.Tentu saja teori itu terjadi pada sebagian kecil perempuan, karena di mata saya sebagian besar perempuan selalu tangguh dengan cara mereka masing-masing.



Saya berani berkata demikian, karena pernah merasakannya langsung. Sebagai anak bungsu, dengan 3 orang kakak yang usianya berjauhan, saya kerap mendapat kan apa pun yang saya  inginkan –sepanjang keluarga saya mampu memenuhinya-. Hingga kemudian saya dikenal sebagai anak manja, oleh ibu saya, oleh Om dan Tante saya.

Tidak enak juga dapat stempel itu, tapi tidak ada pilihan lain lagi selain membuktikan saya tidak semanja yang orang kira.

Seiring berjalannya waktu, saya kuliah, bekerja lalu menikah tinggal berjauhan dari keluarga saya. Pada satu kesempatan ketika saya pertama kali mendapat pekerjaan, saya kos sendirian di lantai 3 gedung yg sepi dan menyeramkan. Ketika ibu saya menjenguk, dia menangis, padahal saya merasa baik baik saja. 

Banyak orang meragukan apa saya bisa mengurus anak? memasak? mengurus rumah tangga? tapi nyatanya saya bisa, anak-anak saya tumbuh besar meski dengan ibu yang masih terus belajar menjadi ibu yang benar. Saya dan suami pernah LDR selama 5 tahun pertama pernikahan, hingga kini sering ditinggal ke luar kota, saya tetap bisa bertahan, melakukan sesuatu sendirian.

Itu baru tentang diri saya yang memiliki sejuta kekurangan, yang setiap harinya harus belajar dan belajar lagi untuk lebih baik dan lebih tangguh. Di luar sana banyak sekali teman-teman yang jauh lebih hebat bertahan ketika mereka diberi ujian. 

Setiap cerita mereka memberi banyak pelajaran bahwa hidup senantiasa berubah. Kenyamanan, kesejahteraan, dan kesuksesan yang dimiliki saat ini dapat ditarik oleh Yang Maha Kuasa kapan saja.

Kemudian Saya menyimpulkan dari para perempuan di sekeliling saya, diantaranya :

Setiap perempuan pasti bisa menyesuaikan diri.

Di balik sifat manjanya, seorang perempuan sebenarnya tengah menyesuaikan diri dengan keadaan lalu pelan tapi pasti ia bisa bertahan. Proses menuju perubahan setiap orang berbeda-beda, tergantung kemampuan mereka beradaptasi. 

Jika kita percaya bahwa setiap ujian memiliki titik akhir, proses adaptasi itu akan lebih mudah dilalui.

Kepekaan perempuan menjadikan mereka lebih peduli.

Di balik sifat perasa perempuan menjadikan mereka lebih peduli pada sekeliling. Lebih peka untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh sederhana, ketika berada di ruang yang berantakan, sementara orang yang ada di sana acuh saja, seorang perempuan punya naluri untuk bergerak, membereskan ruangan tersebut agar menjadi lebih nyaman untuk ditempati. 

Para perempuan dengan hati yang mudah tersentuh biasanya sangat mudah untuk membantu orang lain, mudah jatuh kasihan pada orang yang sedang dalam kesulitan. Namun di masa sekarang, memiliki sifat seperti itu harus hati-hati, karena bisa saja kita dimanfaatkan oleh orang lain atau mudah tertipu. 

Tipsnya, jika sedang berada di tengah orang yang baru kita kenal atau tidak kita percaya, kita harus tetap hati-hati. Antara perasaan dan logika harus tetap seimbang.

Setiap perempuan itu kuat.

Ketika seorang perempuan tampak lemah, sebenarnya itu sebuah kode bahwa dia percaya pasangannya dapat lebih kuat dari mereka. Meski begitu, jika pasangan jadi lebih lemah darinya, seorang perempuan dengan ajaib dapat tampil lebih kuat. 

Kita bisa temukan pada para wanita yang tadinya disupport oleh suami, karena sebuah kejadian seperti suami yang sakit atau tiada para istri bisa lebih kuat dari sebelumnya.Setiap Seseorang jika dihadapkan pada kondisi serba sulit atau terpakasa, pasti mampu mengerahkan seluruh kemampuannya, seluruh kekuatannya sampai limit tertinggi.

Diam salah satu cara bertahan.

Seorang wanita yang menyembunyikan kesulitannya dari orang lain, selalu ingin tampil baik baik saja, padahal semua orang tahu dia tengah bangkrut misalnya. Mereka selintas seperti orang yang rasa gengsinya tinggi, hingga tidak mau kesulitannya diketahui oleh orang lain. Tetapi percayalah, itu adalah cara mereka bertahan. 

Mereka akan berusaha dengan cara yang hening, tanpa meminta bantuan ke berbagai pihak. Lalu tiba-tiba, orang di luar hidupnyaA melihat kehidupannya kembali stabil.

Kita tidak tahu usaha-usaha apa saja yang mereka lakukan demi terus tampil baik-baik saja. Pastinya usaha mereka tidaklah mudah.

Sahabat, selemah apa pun kau merasa, ketahuilah kita mampu lebih kuat dari sebelumnya. Kita mampu melampaui orang orang yang menganggap kita lemah. 

Selamat berproses untuk lebih tangguh!

9 komentar:

  1. Proud banget jadi seorang perempuan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyesss ... selalu bersyukur jadi mahluk tangguh ya :)
      terima kasih sudah singgah

      Hapus
  2. aku juga dicap sebagai anak manja, Mak...
    apa2 dikira enggak bisaa
    sedihhhh :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat mba Witri, kita buktikan kalo kita setrooong ... :)

      Hapus
  3. Nah ini nihh anti mainstream mbak.. Biasanya kan perempuan maunya dimanjaa dibelainn..

    Nanti artikel ini tak kasih buat calon istri saya kelak...

    Gud artikel mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga mendapatkan istri sesuai harapan ya, Eza. thanks for coming :)

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Wah ini kontras dengan tulisan saya yang http://www.habibasyrafy.com/2016/12/cerita-wanita-tegar-kuat-dan-mandiri.html

    Beneran sekuat itukah mbak?

    BalasHapus
  6. Setiap perempuan punya kekuatan tersendiri dalam diri dan jiwanya

    Salam,
    Asya

    BalasHapus