Jumat, 23 September 2016

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A & W Restoran



           Jika browsing kata move on di internet, artikel yang keluar hampir semua tentang bagaimana cara move on dari mantan. Padahal kesedihan seseorang tidak selalu berkaitan dengan putus cinta, dicampakan, ditinggal menikah atau sejenisnya.

            Banyak hal yang bisa membuat seseorang menjadi galau berkepanjangan selain putus cinta. Misalnya; naskah ditolak, naskah di-PHP-in penerbit, lalu tiba-tiba dapat jawaban bahwa naskah kita tidak jadi ditebitkan, berselisih dengan teman akrab, ribut sama ibu hanya karena beda pendapat, bahkan dimarahi bos bisa membuat kita sedih.
            Beberapa kejadian yang saya sebutkan tadi berpeluang besar membuat kita sedih dalam waktu yang lama. Rasanya semua kerja keras kita selama ini tidak berarti, atau kita membandingkannya dengan keadaan kita di masa lalu, yang menurut kita jauh lebih baik.
            Membiarkan kita membanding-bandingkan diri sendiri antara waktu sekarang dan masa lalu, atau lebih parah lagi membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain adalah cikal bakal dari move on yang berkepanjangan. Jangan pernah melakukan itu!
            Bagi sebagian orang move on itu hal yang sulit, terlebih untuk pribadi melankolis. Tapi untuk yang terbiasa bersikap semua dibawa santai, biasanya proses move on bisa lebih cepat (setidaknya itu yang telihat dari luar, isi hatinya tidak ada yang tahu).
            Beberapa waktu lalu saya mengalami dua kejadian yang membuat sedih sekaligus kecewa dalam waktu yang berdekatan. Kalah lomba yang sangat saya harapkan dan berselisih dengan teman.
            Mungkin karena saya terlalu berharap, kekalahan itu jadi terasa lebih mengecewakan dari biasanya, padahal sebelumnya tidak terhitung saya kalah dalam mengikuti lomba menulis. Kekalahan itu biasa, keesokannya biasanya saya sudah bisa menulis lagi. Namun kali ini tidak, nama-nama pemenang yang tidak saya kenal rasanya terus terbayang, dan berhari-hari mengutuki mengapa nama saya tidak ada di situ.
            Tetapi, mau marah serupa apa pun, tidak ada yang berubah jika saya terus memelihara kemarahan saya. Akhirnya saya melakukan beberapa hal yang kemudian membantu saya sedikit demi sedikit keluar dari belenggu rasa kecewa. Saya harus bergerak, saya harus melakukan sesuatu.

            Melakukan kegiatan yang tidak biasa.

            Pertama-tama saya melakukan hal diluar kebiasaan saya, waktu itu saya beres-beres semua lemari baju dan buku. Yeah, beres-beres bukan hobi saya, jadi saya sangat jarang melakukannya.
Dengan melakukan sesuatu yang baru secara otomasti memacu saya untuk berpikir hal yang baru. Ketika pikiran saya dipenuhi sesuatu yang berbeda pelan-pelan saya melupakan rasa kesal saya.
            Kedua, saya berhenti menyalahkan apa pun. Karena kebisaan buruk saya adalah mencari sesuatu atau seseorang sebagai pelampiasan jika saya merasa kesal. Kondisi ini sama halnya dengan saya berhenti menyalahkan kegagalan saya.
Saya berusaha melupakan perselisihan dengan teman saya. Tidak mengingat-ingat ucapan apa saja yang ia tuduhkan kepada saya. Meski belum bisa terlalu cepat memulihkan hubungan baik, tetapi setidaknya saya sedang berusaha memaafkan dia. Dan itu rasanya melegakan.
Ketiga, apalagi kalau bukan makan. Dengan perut kenyang kita jadi bisa berpikir lebih rileks, berbeda dengan ketika kita memikirkan sebuah masalah dalam kondisi perut yang lapar. Apa pun yang coba dipikirkan, rasanya sumbu emosi kita sangat pendek dan mudah tersulut. Menjauhkan dari niat untuk move on dengan cepat.
Makan pun bukan hanya sekadar kenyang, memilih menu yang tidak seperti biasanya bisa membantu kita untuk bisa move on lebih cepat.
Seperti halnya melakukan sesuatu yang baru, berani menyantap jenis makanan baru untuk orang-orang tertentu yang kurang suka menerima tantangan merupakan tindakan yang berani. Ketakutan menemukan rasa yang tidak cocok dilidah bisa ditaklukan.
Seperti halnya saya dan Ilma, putri saya, yang terbiasa memesan ayam goreng jika makan di A & W Restoran. Ketika saya melihat ada menu baru bernama Japanese Curry Premium MixbowlsTM awalnya Ilma  agak ragu tapi saya penasaran ingin coba, hitung-hitung upaya untuk move on lebih cepat.
Sebelumnya Ilma paling suka ayam jika memilih menu di A & W

Saya katakan, “Biar bisa nge-dance kaya JKT 48 jadi kita harus coba Japanese Curry.” Ilma terkekeh dan tanya kenapa JKT 48? Iya karena mereka brand ambasador A & W Restoran ketika meluncurkan menu baru ini.
Akhirnya kami berdua sambil menunggu ayahnya datang memesan 3 pilihan (ayam, udang, ikan) setelah menunggu beberapa saat, pesanan kami datang, si mas pelayannya sempat menyampaikan bahwa kita bisa memesan menu ini melalui delivery 14061 melalui telepon atau awdelivery.co.id untuk pemesanan melalui internet, keduanya bisa dilakukan dengan mudah.

Japanese curry prawn


Ilma surprise sekali melihat kemasan makanan di dalam bowl hitam yang unik. Ia memilih Japanese curry prawn mixbowl dan seketika itu juga dia langsung memuji udang tepung yang dia gigit. Bagian luar  yang garing membalut udang yang lembut di dalamnya.
Saya memilih Japanese curry fish. Pelan-pelan saya menggigit ikannya, karena terkadang saya kurang suka aroma ikan tertentu. Namun yang satu ini tenyata enak, bumbu ikannya terasa sampai ke dalam. Dan yang paling istimewa menurut saya adalah rasa curry-nya yang eksotis.
Japanese curry chicken
                                                               
Japanese curry fish


Curry berbawarna kuning itu kuahnya sangat kental dan aroma kaldunya menggungah selera, ketika pertama mencicipinya saya merasakan aroma rempah-rempah yang sangat kuat. Tambahan sayuran wortel, kentang dan cacahan bawang bombay membuat menu ini jadi lebih seimbang.
Paket Japanese curry mixbowl yang harganya berkisar antara Rp 35.000 – 39 500 ini lengkap dengan minuman khas A & W restoran yaitu Rootbeer atau biasa orang menyebutnya RB. Jadi tidak perlu khawatir tidak mendapatkan RB, selama bersantap di A & W Restoran kita bisa tetap mendapatkan RB dengan mudah, dan semakin nikmat ketika ditambah ice cream float di atasnya.
Rootbeer legendaris

Saya dan Ilma merasa puas untuk menu yang baru diluncurkan bulan September ini. Kemudian kita berdua penasaran ingin mencari tahu tentang Japanese Curry ini, maka kami mulai melihat-lihat http://awdelivery.co.id/ untuk mencari referensi lainnya.
Karena Ilma sibuk membahas udang garing yang  dia suka, sementara di ujung lidah saya rasanya masih nyangkut kuah Curry yang gurih, saya sampai lupa bahwa ketika saya datang ke A & W dalam keadaan kesal. Jadi, trik saya untuk bergerak melakukan sesuatu agar bisa move on dengan cepat, berhasil dilakukan.
Tetapi pada intinya move itu datang dari diri sendiri. Hanya kita yang menentukan akan memepermudah atau mempersulit move on demi melanjutkan hidup yang lebih membahagiakan.

Alhamdulillah, perut kenyang, bete pun hilang heheheh …. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar