Minggu, 19 Juni 2016

One Day Care untuk Pengangkatan Mata Ikan

foto pixabay

Penyakit mata ikan bukan perkara sepele, ternyata dia bisa bertambah dan akhirnya mengganggua aktifitas. Kebersihan kaki adalah salah satu kunci untuk menghindari mata ikan agar tidak tumbuh di telapak kaki.

Kemarin itu, hari sabtu tanggal 18 Juni anak saya menjalani operasi kecil pengangkatan mata ikan di telapak kakinya. Karena mata ikannya ada sekitar 4 biji, jadi kasihan kalau pakai bius lokal, sedikit-sedikit disuntik, akhirnya diputuskan pakai bius total. ^ternyata biayanya jawuuh beda, hehe. Mihil broo. Tapi gak apa-apa lah, sayang anak.^
Pas awal periksa, dokter anaknya tanya, “kakak kamu main di mana aja sih? Kok sampai gitu kakinya?” anak saya nyengir aja, karena memang dia suka males pakai sendal atau sepatu kalau dari kelas mau ke masjid. Senangannya nyeker, dan kalau bepergian pun senangnya pakai sendal jepit aja. Pergi sekolah pakai sepatu, pulang sekolah pakai sendal jepit, sepatu ditenteng.
Mata ikan anak saya itu mulai terasa pas dia sering main bola, 3 tahun yang lalu. Saya pikir enggak akan bertambah, eh taunya lama-lama kelamaan mulai mengganggu. Meski enggak sakit tapi mengganjal kalau dipakai jalan, kata anak saya.
Kita pernah cobain pakai callusol, seperti saran ayahnya. Katanya ayahnya dulu pernah dan hilang. Entah ya, mungkin mata ikan di anak saya tebal banget, jadinya enggak kunjung hilang, kulitnya hanya menipis aja.

Penyebab Mata Ikan Pada Telapak Kaki


Penyebab mata ikan atau bahasa medisnya clavus ini adalah virus Human Papillomavirus (HPV).  Penyebab lainnya dari mata ikan ini yaitu adanya tekanan atau gesekan yang terus menerus pada daerah tertentu pada kulit. Mata ikan bisa tumbuh di telapak kaki, tumit atau bahkan di telapak tangan. Tergantung virus dan gesekan yang terjadinya.
Biasanya virus itu masuk kalau kita suka pakai sandal atau alas kaki punya orang lain, misal di mushola ketika hendak wudhu, kita pakai sandal yang dipakai banyak orang, virus itu bisa saja ada di salah satunya.

Dokter bilang, harus segera diangkat apalagi kalau suka enggak bersih takut nanti malah infeksi. Haduh, bahaya, mana anak saya itu bulan depan mau masuk asrama lagi, bisa repot nanti.
Maka, mumpung lagi libur, kesempatan buat dia oprasi. Semoga masa pemulihannya cepat, dan nanti ketika waktunya masuk sekolah anak saya sudah bisa pakai sepatu lagi dengan nyaman, dengan kaki bersih tanpa mata ikan.
Jadilah hari sabtu kemarin waktu yang disepakati antara kami dan dokter bedah.

One Day Care Ternyata Lama

Saya pikir, oprasi kecil itu tidak membutuhkan waktu lama. Oprasi setengah jam lalu cuss pulang. Ini kali pertama keluarga kecil saya berhubungan dengan yang namanya oprasi, (semoga enggak akan pernah lagi) ternyata cukup ribet ya. Bukan hanya konsul ke dokter bedah, tapi harus ke dokter anak lagi, ke dokter anastesi juga.
Oprasinya sih hanya 30 menit, dokter keluar membawa piring silinder yang berisi 3 butiran daging berurat penuh darah. Duh, saya ngeri lihatnya, boro-boro ingat untuk fotoin itu mata ikan yang sudah keluar dari kaki anak saya.
Habis oprasi, anak saya baru sadar 3 jam kemudian. Dia asyik aja tidur ngorok, pas bangun dia masih teler, ngomong enggak jelas. Lalu tiba-tiba dia bilang, sambil melihat layar monitor yang nyambung ke dadanya, yang di sana ada rekam detak jantung, tekanan darah dan garis-garis lainnya itu, anak saya sambil lihat telunjuknya yang dijepit, dan memainkan oksigen yang nancap di hidungnya.
“Aa nih, berasa keren banget deh, kaya di film-film, pakai semua alat medis begini, kabel-kabel, oksigen. Kepengen cerita sama teman-teman.”
Kaya gini, keren katanya

Alamak jan, ada yaa orang sakit pakai alat medis yang berasa keren. Saya sih ngeri dan rasanya kepengen cepat pulang, apa lagi pas lihat di sebelah orang-orang yang baru di oprasi juga, yang penyakitnya jauh lebih serius.
Anak saya ini karena oprasi kecil jadinya one day care, habis oprasi boleh pulang. Tapi nyaaa itu menunggu masa recovery, nunggu obat dan administasi lamanya minta ampun.
Anak saya yang lainnya dari mulai asyik main sampai bosan dan ngantuk. Tipsnya deh, meski one day care, jangan bawa anak kecil untuk menunggu orang oprasi, tetap lama poll.

Nih, ya, anak sulungku yang baik. Agar mata ikan di kakimu tidak tumbuh lagi. Kamu harus jaga kebersihan kaki, pakai alas kaki kalau jalan di tanah atau lantai kotor, pilih sepatu dengan bantalan yang nyaman dan pas. Jangan sampai terlalu keras seperti sepatu bolamu itu.

Semoga cepat sebuh, boy, doa emak menyertaimu.
Haha ... kakinya kaya Big Foot

5 komentar:

  1. Syafakallah ya Bang, semoga lekas sembuh ya. Adek Fatih jadi takut enggak pakai sendal lihat fotonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba harus dibiasakan sejak kecil. ini juga salah satunya juga karena suka malas pake sendal kalo main depan rumah atau lompat antara sekolah dan masjid

      Hapus
  2. semoga lekas sembuh...
    dl kakakku pernah ada mata ikan trus ilang sendiri tanpa operasi, alhamdulillah

    salam knal dan maaf lahir batin

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mba Jiah. salam kenal juga :) terima kasih sudah singgah

      Hapus
  3. OMG! Aku jadi ingat duluuu sekali sewaktu usiaku 5 tahun kakakku cowok pny mata ikan di kaki. dieksekusi tante-bude-ibuku..sampai kelojotan dan sukses itu mata iak keluar putih&meninggalkan lubang yg dalam, kakakku guling2-kejer setengah mati sampai aku ga kuat lihatnya.kejem banget ya orang jadul wkwkkw

    BalasHapus