Selasa, 29 Maret 2016

Shoping dan Mushola Berterpal Biru

Kita semua pasti sering mengalami ketika asyik belanja harus terhenti karena datang waktu sholat. Otomatis setelah telat-telat dikit kita pasti langsung cari mushola buat sholat. Dari ruangan terang benderang, adem karena ber AC, udara bersih tanpa bau. Tiba-tiba kita keluar dan masuk ke mushola dalam keadaan ruangan yang sempit, pengap, lembab dan bau. Byuuh … kegiatan sholat pun dilakukan dengan terburu-buru, hanya untuk menunaikan kewajiban. Entah khusyunya disimpan di mana.

Banyak, sih mushola di pusat perbelanjaan yang luas dan bersih. Contohnya yang pernah saya masuki di Mall Botani Square, Bandung Indah Plaza dan Mall Central Park. Iyaa … itu memang Mall besar, tapi menyediakan fasilitas umum yang layak dan memadai sepertinya harus diterapkan di setiap Mall deh, entah besar atau pun menengah.

Oke, saya enggak bahas posisi mushola yang biasanya  berada di paling ujung, di basement paling bawah, atau di area parkir yang tersembunyi. Asalkan cukup luas, bersih, rapi, karpetnya tidak bau -terlihat dibersihkan secara berkala, sejuk, mukena-mukenanya bersih dan layak. Pada intinya, sangat layak deh untuk digunakan orang beribadah.
Jadi sholat di sela-sela shoping nyaman dilakukan. Tidak terburu-buru karena bau, *catat karena bau, bukan karena teringat barang incaran*


Saya mengapresiasi sekali untuk Mall-Mall yang menyediakan fasilitas ibadah yang sangat memadai dan layak, memberi pendingin udara, memberikan ruang khusus yang cukup luas, semua alat-alat penunjangnya diperhatikan,  area toilet dan tempat wudhu yang dipisah, hingga tidak menimbulkan bau tak sedap. ^Semoga Allah memudahkan urusan mereka yang telah mempermudah dan membuat nyaman orang lain dalam beribadah.^

Semoga kelak ada peraturan daerah tentang hal ini dan semua Mall memperhatikan kepentingan para pengunjungnya.

Nah, sayangnya. Mall yang cukup dekat dengan rumah saya, yang saya kunjungi setiap bulan untuk belanja keperluan bulanan di kawasan Jalan Baru Bogor. Musholanya sangat jauh dari harapan. (Susah juga pindah ke lain tempat, karena sudah terlanjur cocok barang-barang yang saya cari ada di sana – Iya, ini derita gue sih)

Posisinya, -well, meski agak kasar kalau disebut emperan- ada di samping belakang menempel ke gedung utama. Untuk mushola wanita, posisi kamar mandi yang menempel dengan mushola, selalu menimbulkan bau tak sedap yang sangat menyengat, (entah ya di lain waktu, yang jelas setiap saya sholat di situ, baunya minta ampun. Masa iya sholat harus sambal tutup hidung).
Toiletnya tidak dipasangi langit-langit yang memadai, hingga bau tak sedap menguar kemana-mana. 
Langit-langit toiletnya tidak tertutup permanen. Bagian ubin kuning itu tempat wuduh tanpa penutup sedikitpun.

Lalu, tempat wudhunya, khusus untuk bagian wanita hanya ada 1, itu pun tepat di depan pintu toilet, pun tanpa penutup hingga untuk yang berkerudung suka agak bingung mengatur posisi wudhu supaya enggak terlalu kelihatan sama laki-laki yang lewat dari tempat wudhu laki-laki ke mushola.
Tempat wudhu wanita hanya ada satu, tepat di depan pintu toilet.

Di dalam musholanya , yesss … tak jauh beda. Mukena-mukena yang kumal, sajadah yang kotor, kusam dan penuh rambut, ruang yang sempit dan tentu saja BAU MENYENGAT DARI TOILET YANG MENEMPEL TANPA LANGIT-LANGIT. Byuuuh … sholat di sana sungguh-sungguh menjadi perjuangan menahan bau dan kesal.

Sajadah kusam dan penuh rambut.


Bagian dalam mushola yang ... yaa gitu deh.

Karena posisinya terletak di –maaf- semacam selasar (enggak tega juga nyebut emperan) mushola itu tadinya dibuat jendela terbuka, tapi karena letaknya di ujung atap kalau hujan selalu tempias, maka ditutupi terpal biru oleh pengelola Mall. Saya pikir itu hanya sementara dan akan direnovasi, eh ternyata tidak, sudah lama begitu keadaannya.

Mushola yang ditutupi terpal biru.

Tadinya saya pikir, ketika Mall melakukan berbagai renovasi, maka mushola itu akan ikut direnovasi, eh ternyata tidak juga. Catnya pun tetap saja sama, mengelupas dan kusam. Keadaan di dalam Mall dan musholanya bagai langit dan bumi.
Tulisan ini dibuat tentu saja dengan harapan pengelola Mall akan mempertimbangkan untuk memindahkan atau memperbaiki mushola menjadi lebih baik, nyaman dan memadai untuk dijadikan tempat ibadah, bagi segenap pengunjung dan karyawan Mall yang selalu padat pembeli tersebut. Hingga semua kebaikan tercapai berbagai pihak.  ^Semoga Allah memudahkan segala niat baik. Aamiin^

Slogannya sih udah cakep, tinggal pelaksanaanya.

Mmm … Bukan hendak membandingkan sih, Mall yang bertetangga dengan itu yang usia mallnya lebih baru, bahkan sudah memindahkan dan merenovasi mushola mereka dengan memakai area parkir. Menjadi lebih luas dan layak.  Semoga jadi bahan pertimbangan.






4 komentar: