Senin, 27 April 2015

Workshop Penulisan Skenario bersama Ibu Nucke Rahma

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti sebuah pelatihan menulis di genre yang sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya saya tekuni. Kesempatan ini sangat luar biasa, karena saya mendapatkan informasi dan ilmu yang belum pernah saya dapat, gratis pula. Alhamdulillahirabbil alamiin.
Semoga menjadi amal baik yang terus mengalir untuk bu Nucke dan keluarga, serta bermanfaat bagi saya. aamiin.

Oh, ya, bu Nucke Rahma adalah penulis skenario yang sudah menulis lebih dari 3000 episode, salah satu sinetronnya adalah si Yoyo, Muslimah dan masih banyak lagi. saat ini beliau sedang menangani skenario untuk sinetron Cinta di Langit Taj Mahal yang akan tayang di ANTV.
Baru-baru ini bu Nucke Rahma menulis sebuah buku berjudul Cinta di Tanah Haram. Saya mendapatkan tiket mengikuti workshop ini gratis karena resensi ini terpilih oleh panitia.

Supaya ilmu itu semakin bermanfaat untuk lebih banyak orang lagi, berikut saya ulas ringkasannya, ya. silakan disempurnakan jika ada yang kurang :)




Pondok Kelapa, 15 April 2015
Penulisan Skenario

Sesi 1
PENJABARAN MEDIA oleh Bpk H. Erik.

            Dengan semakin banyaknya jumlah televisi di Indonesia, maka tingkat kebutuhan seorang penulis script semakin besar. Itu adalah peluang yang baik untuk siapa saja yang berkecimpung di dunia tulis menulis.
            1 orang script writer yang menangani satu acara atau sinetron setidaknya membawahi 10 orang staf untuk membantunya, jadi bisa dibayangkan jumlah co writer yang dibutuhkan untuk sekitar 8200 jam acara dalam satu tahun untuk keseluruhan stasiun televisi di Indonesia. 60 persen dari acara yang ada adalah acara stripping yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam menulis.
            GOL setiap penulis skenario adalah tayang di televisi. Ide cerita yang bisa diterima oleh Production House, lalu diproduksi dan pada akhirnya bisa dinikmati penonton. Karena itu kita harus tahu banyak tentang televisi yang ada di tanah air.
            Stasiun televisi major diantaranya adalah :
1.  RCTI
2.     Global
3.     MNC
4.     ANTV
5.     TransTV
6.     Trans 7
7.     Indosiar
8.     SCTV
9.     Net
10.TV one
11.Metro TV
Stasiun televisi dari nomor 1 hingga 9 memiliki acara sinetron, sitkom atau FTV. Yang memiliki porsi besar menayangkan sinetron diantaranya adalah RCTI, SCTV, MNC.
Setiap televisi banyak yang bekerja sama dengan PH untuk memproduksi sinetron atau acara mereka, meski sebagian ada yang memproduksi sendiri. Adapun PH major lable yang sinetronnya sering ada di televisi antara lain : cinema art, MNC picture, Amanah surga, star vision, MD ent, Multivision.
Ada juga PH lain yang jumlah acara yang diproduksinya lebih sedikit, antara lain giwangkara, screen play dan PH indi lainnya yang biasa memproduksi FTV dan beberapa sinetron religi.
Ada pun pembagian berdasarkan banyaknya  acara PH tertentu yang sudah masuk ke televisi antara lain :
Rcti ; cinema art, MNC picture, giwangkara
Sctv :  creen play. Amanah surga, star vision
Indosiar : megakreasi, amanah surga.
MNC : MD ent. MNC pic
ANTV: indi lable
Trans 7: indi
Transtv : indi
           
Untuk menulis skenario pada dasarnya sama dengan menulis dalam genre lain, yaitu mengharuskan kita untuk banyak membaca, memperkaya wawasan dan menambah ilmu. Dan karena ide bisa datang kapan dan dimana saja, kita harus peka dan berempati pada orang lain. Membuka mata dan telinga lebar-lebar, untuk menemukan ide dan menuliskannya kemudian.
Script secara umum ada 2, yaitu drama dan non drama. Tetapi akar dari penulisan skenario sinetron adalah DRAMA, maka spesifikasi itu yang sebaiknya dikuasai terlebih dahulu.
Di tengah dari rangkaian penulisan skenario adalah mengajukan ide cerita kita pada pihak PH atau televisi, bagian itu disebut tehnik peaching atau kita mengenalnya dengan presentasi. Dimana kita harus dengan keyakinan penuh menawarkan ide cerita kita pada mereka, keunggulan serta apa saja pelajaran yang bisa diambil hikmahnya oleh penonton dari tayangan itu kelak. Salah satu strateginya adalah kita harus selalu up date informasi acara atau sinetron yang sedang tayang dari PH atau televisi yang sedang kita tuju.
Jam primetime umum : jam 6 – 10 malam
Jam primetime Ramadhan : jam 5 sore. Menjelang buka dan sahur
Kita coba kalkulasi kasar kebutuhan penulis untuk acara yang ada di seluruh televisi berdasarkan jam prime time tersebut, maka dihasilkan ada sekitar 8200 acara di seluruh televisi. Terbayang banyaknya jumlah penulis skenario yang dibutuhkan.

Sesi 2
Penulis Skenario : Antara hobi dan profesi
Oleh : Ibu Nucke Rahma

            Siapa saja bisa menulis, bisa memiliki hobi menulis. Tapi yang membedakan itu isi atau konten dari tulisan itu sendiri dan apa yang mau disampaikan pada pembaca atau penonton. Maka, siapa pun yang berniat menjalani hobi ini menjadi sebuah profesi, serius saja tidak cukup tetapi harus memiliki integritas moral, disiplin, kerja keras dan kerja cerdas. Terlebih mengingat date line yang ketat.
            Pada saat ini kebutuhan hiburan televisi bagi sebagian besar masyarakat menjadi kebutuhan primer, karena gratis, Variatif dan menghadirkan info yang up to date.
            Maka acara televisi pun semakin beragam, diantaranya jenis-jenis tayangan TV antara lain :
1.      Sinetron
2.      Sketsa
3.      Reality show
4.      Variety show
5.      Music
6.      News
7.      Sport
8.      Talkshow
9.      Kuis
10.  Ilmu pengetahuan

Sesi Tambahan oleh :
Sutradara :  Ferial Rahmani
Ada 5 elemen dalam film atau sinetron
1.      Penulis
2.      Sutradara
3.      Editing
4.      Produser
5.      Broadcast
Untuk menghasilkan sebuah visual dari bahasa tulisan, hubungan antara sutradara dan penulis sangat erat, maka kedua elemen itu harus bersinergi dengan baik, demi menghasilkan acara yang bagus dan tontonan yang baik.
      Berikut sedikit istilah yang biasa dipakai untuk adegan dalam sebuah sinetron:
1.      sekwen : terbagi ke beberapa scene
2.      Scene : terbagi dalam shoot.
3.      Shoot, adalah sudut pandang kamera pada sebuah adegan.

Tehnik Penulisan Skenario oleh Bu Nucke Rahma
            Dalam hal persiapan, penulisan novel dan skenario bisa dikatakan sama. Kita membutuhkan premis, ide, tema, dan bagaimana kita harus bisa memainkan plot agar cerita menjadi menarik.
            Pada saat penulisannya itu lah yang sangat berbeda. Di Novel kita bisa mengeksplorasi narasi sedetil mungkin. Bisa dikatakan kekuatan narasi dan dialog harus seimbang porsinya.
            Di penulisan skenario narasi tetap dibutuhkan tetapi hanya untuk panduan bagi pemain dan sutradara agar bisa memahami apa yang penulis inginkan. Itu pun bercampur dengan Bahasa kamera yang harus kita pelajari lebih detil, seperti salah satunya : VO (voice over, untuk tokoh yang bermonolog). ZOOM IN (untuk memfokuskan kamera pada objek tertentu) dan masih banyak lagi istilah lain yang harus kita ketahui dan pelajari sendiri.
Nah, KEKUATAN di penulisan skenario adalah pada DIALOG. Bagaimana kita menuliskan dialog yang kuat, berisi dan bisa menggerakan cerita. Tentu setelah mengatur plot cerita yang kita kehendaki.
            Kurang lebih perbedaannya dari segi kepemilikan karya, adalah :
NOVEL : karya induktif penulisnya, karya personal. Bahasa imajinatif penulis
SKENARIO :  karya kolaborasi. Dibatasi limit budget produksi.

            Ada banyak bagian dalam skenario, seperti harus ada nomor scene, kepala scene dan keterangan setting. Narasi, baru kemudian dialognya. Contohnya :
03. JALANAN. DEPAN SEKOLAH WENDI. DAY
--------------- NARASI -----------------
--------------- DIALOG -------------------
            Selain Bahasa kamera yang harus dikuasai, dalam penulisan skenario juga ada yang disebut adegan dan pengadeganan, yang kedua hal itu harus ada dalam satu scene skenario. Perbedaannya adalah :
1.      adegan : keseluruhan tingkah laku tokoh dalam satu scene
2.      pengadeganan : setiap gerakan yang ada di dalam satu scene.

HOW TO MAKE A GOOD SCRIPT
            Ini yang tadi di atas disampaikan persiapan apa saja yang dibutuhkan untuk menulis skenario, yang agak mirip dengan penulisan novel, tapi tetap ada perbedaannya sedikit.
1.     IDE  : Kita harus punya gagasan yang akan disampaikan ke penonton. Agar ide kita bisa terus berkembang dan tidak membosankan, selain banyak membaca, kita juga harus hobi nonton, entah itu televisi atau pun film.
Ini yang saya sampaikan tadi kita harus memiliki empati, artinya kita harus berinteraksi dengan lingkungan social.

2.      Tema : Tema cerita kita apa sih? Cinta diam-diam, poligami atau penindasan ibu tiri?
Apapun tema yang disampaikan, haruslah  mengandung muatan moral yang baik.
Memiliki karakterisasi tokoh yg kuat. Baru kemudian substansi dalam cerita yang menarik
Tehnik penceritaan harus runut, yaitu ada awal- tengah – akhir. Dimana awal adalah pengenalan tokoh, karakter tokoh dan konflik. Dan seterusnya … Untuk tehnik penceritaan ini tidak lepas dari rumus  (5 W + 1 H) what, who, where, why, when dan how. Semua elemen cerita dibangun atas dasar rumus tersebut.
Nah, kalau di sinetron  yang bisa menggerakan  cerita itu adalah peran antagonis.  Akan sejauh mana kejahatan yang tokoh itu lakukan, dan membuat tokoh pratagonis bertahan, disanalah cerita bisa dimainkan.

3.     PREMISE : selain ide sebagai awal mula sebuah cerita, penulis skenario juga harus menentukan premis yang berisi nilai-nilai di dalam cerita

4.     Objective : yang menjadi dasar sebuah cerita adalah ekspektasi tokoh pratagonis. Hal ini Penting, karna berpengaruh pada jalan cerita.

Sejak awal tokoh pratagonis harus sudah memperlihatkan tujuan atau harapan dia hidup itu apa.

5.     Synopsis menformulasikan inti cerita, bisa dimasukan Statement moral  tokoh-tokoh di dalamnya.
Buat synopsis yang dramatic, bombastis, dan hiperbola. Tokoh pratagonis di sinetron Indonesia seperti ada aturan baku, bahwa dia tidak boleh melawan, tidak boleh berbuat salah. SABAR! Pratagonis haruslah menjadi orang yang sabar. (that’s why mengapa Muslimah mau aja diinjak-injak harga dirinya oleh Naysila.)

Synopsis ada 3 jenis, yaitu :
-          Synopsis detil : di dalamnya sudah termasuk scene dan plot. 10 persen dari cerita keseluruhan.
-          Synopsis singkat :  sekitar 2 halaman saja, untuk mengajukan cerita kita pada PH atau televisi.
-          Synopsis realease : biasanya untuk media (mungkin ini semacam blurp kalau dalam novel)
6.     Dialog : buatlah dialog yang kuat dan tidak basa basi. Dialog yang bisa menggerakan cerita. Sesuaikan dengan karakter –pratagonis atau antagonis-.
7.     Adegan : harus ada hook - klip hanger, adegan yg menggantung untuk pergantian episode atau scene.
8.     Scene plot/ treatment skenario
1 scene plot bisa dikembangkan jadi 3 scene
9.     Skenario, contoh menyusul, ya

Sebuah acara atau sinetron dikatakan berhasil jika memiliki rating yang tinggi. Ratting adalah pemeringkatan acara televisi, sementara Zapping adalah perpindahan antara satu acara ke acara lain melalui remote. Keduanya diadakan oleh sebuah lembaga survei untuk acuan semua televisi.

Foto setelah workshop selesai.
 Demikian ulasannya, semoga bermanfaat.
 Salam Karya!

 

3 komentar:

  1. materinya panjang juga ya... :)
    Makasih ya infonya....

    BalasHapus
  2. Waahh lengkap sharingnya. Jadi penasaran utk seriusin job ini bun :)

    BalasHapus
  3. Terimakasih sharing ilmunya ya

    BalasHapus