Selasa, 10 Februari 2015

Selamat Datang Loui(sa)

Alhamdulillahirabilalamin, hanya itu yang bisa saya ucapkan ketika akhirnya kaver novel ke dua saja diperlihatkan oleh editor. Kaver itu sesuai seperti yang ada dalam bayangan saya selama penulisan novel tersebut.

Setiap tulisan, setiap ide memiliki takdirnya masing-masing. Demikian pula dengan novel Namaku Loui(sa). Perjalanan naskah ini panjang sekali hingga akhirnya bisa terbit tahun ini. Sempat ditolak penerbit lalu beralih ke penerbit berbeda yang akhirnya melihat sisi lain novel ini. Ada sesuatu yang bisa diexplore, begitu kata mba Editor.

Penulisan novel ini lama sekali, hampir satu tahun karena terhambat saya hamil anak ke 3 yang sempat harus bed rest. Ketika akhirnya saya merampungkan naskah ini pasca melahirkan, saya mengira penerbit akan menolak atau bahkan sudah lupa. tapi ternyata tidak. Rasanya seperti anak hilang yang baru pulang, naskah ini tetap diterima dengan baik.

Ketika kelak novel ini sampai kepada pembaca, saya sungguh bahagia dan bersyukur untuk segala hal yang saya lalui di tahun 2014 lalu. Namaku Loui(sa) menjadi hadiah bagi saya, orang-orang yang senantiasa mendukung dan menyayangi saya dan untuk pembaca semua.

Hal yang paling saya suka adalah ketika sampai pada pembuatan "catatan penulis" yang dengan senang hati saya bagi di sini :



Seseorang pernah berkata, salah satu jalan masuknya ide adalah dengan berempati, seperti yang terjadi pada Ernest Hemingway yang melihat nelayan tua pulang hampa ikan, lalu terciptalah The Old Man and The Sea. Ketika melihat seseorang seperti Loui(sa), saya tertegun lama sekali. Membayangkan segala hal yang ia rasakan, menerka-nerka gejolak yang terjadi di dalam dirinya. Lalu, saya mencoba menuliskannya. Alhamdulillah setelah sempat terhenti berkali-kali akhirnya saya berhasil menyelesaikan kisahnya.
Kepada Editor saya mba Dyah Rinni dan mba Sa Sapuroh saya ucapkan terimakasih banyak karena sudah sangat sabar menunggu hingga naskah ini tuntas saya tulis. Kepada mba Shabrina Ws, terimakasih atas segala dukungan dan inbox-inboxnya yang selalu bisa menyalakan lagi semangat untuk terus menulis. Kepada komunitas Be A Writer terimakasih karena selalu menjadi rumah yang nyaman tempat saya pulang.
The real super hero Mr. Pahlevi and the gank; Fadhlurahman, anak laki-laki yang selalu merasa paling tampan. Sabrina, si gadis kecil yang selalu memposisikan diri sebagai asisten segala bisa, dan pendatang baru Latisha yang menjadikan rumah kian hangat dan ramai, terimakasih karena selalu menghadirkan matahari sepanjang siang dan malam di rumah mungil kita.
Teriring terimakasih yang dalam novel sederhana ini saya persembahkan untuk semua sahabat yang tidak bisa saya sebutkan satu demi satu dan untuk semua pembaca tersayang, saya titipkan Loui(sa) dalam do’a-do’a untuk kebahagiannya.
Terakhir, terimakasih banyak untuk Tulus, untuk lagu-lagu indahnya yang menemani saya dalam penulisan novel ini.
               
                Salam Hangat
                Adya Pramudita.

Harapan saya, seperti harapan penulis yang lain, semoga novel ini bisa diterima dengan baik oleh pembaca, memberikan sentuhan di hati siapa pun.

Selamat datang di dunia literasi Lou(sa), sayang. Semoga semuanya berjalan sesuai harapan :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar