Kamis, 17 Oktober 2013

Lanjutan tentang tips menulis ala Bukune dan Gagas Media.



Kali ini kita belajar membuat kata pembuka, paragraf pertama, prolog atau bab pertama pada sebuah novel.


Lima halaman pertama yang menentukan

Bagaimana bikin pembaca kita jatuh cinta pada lima halaman pertama. ada beberapa hal penting yang harus kamu sadari saat menulis bab awal novelmu.

1. perkenalkan satu atau dua tokoh utama diawal.
hindari kemungkinan membuat pembaca merasa tertipu karena kamu  membahas tokoh yang dipertengahan cerita menghilang selamanya. Kalau kebetulan merasa harus membuat cerita dengan tokoh selain tokoh utama dibahas di awal, coba cek cek lagi plot mu: jangan jangan sebenarnya cerita lebih efektif dimulai dipertengahan



2. action, action, action
Memulai cerita dengan menyebutkan pemandangan bla-bla-bla, atau membuat deskripsi panjang tentang tokoh utamanya –DONT.
Bisa dimulai dengan sesuatu diawal yang gak biasa diawal, yang efeknya pembaca penasaran. Apa yang akan terjadi dihalaman halaman berikutnya

3. revision, revision, revision.
Enggak salah kok kalo kamu ngakuin  nulis novel itu hal terberat adalah memulai. Boro boro mikir cerdas bikin adegan diawal yang seru, mulai aja udah meriang. Dont worry. Sisakan menulis bab pertama setelah novel hampir selesai. Begitu ketemu kata ‘tamat’ kamu bisa utak atik lagi bagian bab pertama, supaya lebih nonjok seperti yang kamu mau.

Eh asli lho narasi dari booklet nya bahasanya kaya gitu, aku gak ngarang kikiki. Selamat mencoba sob ... Eh sebagai bahan perbandingan buka buka aja novel yang menurut teman bab pembukanya paling nendang, dan jadikan contoh. Bolak balik ... tapi ada lho bab pembuka yang gak sesuai saran di buklet ini, terbitan bukune malah. Yang satu tokoh dimunculin di bab pertama, tapi ngilang buat selamanya. Tapi .... adegan itu menghantarkan cerita, jadi gak sia-sia. Intinya sih, bagaimana penulis pintar meramunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar