Rabu, 16 Oktober 2013

6 Langkah Menulis Novel ala Bukune dan Gagas Media

Beberapa waktu lalu saya pergi ke Gandari City, untuk mendapatkan kesempatan berjumpa dengan editor penerbit Bukune dan Gagas Media. di sana saya mendapatkan booklet yang berisi panduan dan tips untuk menulis novel. untuk mengingatkan diri saya sendiri, saya menuliskannya lagi dan saya bagikan di sini untuk teman teman :) siapa tahu ada yang membutuhkan.
Setelahnya secara bertahap saya akan posting lanjutan yang tercantum dalam bookletnya, tidak bisa sekaligus karena waktu saya terbatas untuk mengetik ulang
ini dia penampakan booletnya. makasih ya Bukune dan Gagas

O ya ... sebelumnya saya sudah minta izin melalui twitter kalau saya ingin membagi tips dan segala hal tentang
 menulis pada penerbit yang bersangkutan.




6 Langkah Menulis Novel

  1. Rencanakan novelmu
-          Cari ide untuk novelmu
Ide atau gagasan cerita ada di mana-mana. Apa sumber ide? Unsur-unsur cerita, lingkungan, pengalaman pribadi/ pengalaman orang lain, buku, media masa, film, quote  dan lain-lain. kamu juga bisa melakukan di luar kebiasaan, mis: jalan jalan dan sengaja tersesat ala Charles Dickens.
-          Tentukan Genre novelmu
Apa jenis, tipe, kategori tulisanmu? Genre dapat dilihat dari tema cerita, latar belakang atau era cerita, target pembacamu.
-         
Tentukan tema dan premis
Pastikan kamu tahu tentang apa yang kamu tulis, tema merupakan pokok pikiran atau dasar cerita yang menjiwai ceritamu. Tentukan juga premis dari tema yang kamu angkat. Setiap cerita hanya punya satu premis, yaitu gagasan yang mendasari cerita, fondasi yang mendukung keseluruhan cerita. Premis akan membawa kita pada kesimpulan. Biasanya premis bisa diungkapkan dalam 1 kalimat.
Contoh: premis Romeo and Juliet adalah Cinta yang besar mampu menaklukan berbagai hal, termasuk maut

  1. Buat outline/ kerangka novelmu
Outline adalah gambaran apa yang terjadi di dalam novelmu, apa yang dilakukan tokoh dan perkembangan cerita. Outline bukan keharusan, namun, agar kamu punya panduan dasar dalam menulis. Kata Winna Efendi ada 3 bagian dalam out line :
-          Bagian awal berisi pengenalan karakter konflik. Kamu bisa menjerat perhatian pembaca, memebri kesan karakter utama, memberi gambaran keseluruhan tema.
-          Bagian tengah berisi inti cerita, berisi konflik-konflik. Dibagian ini kamu bisa menekankan sisi dramatis, mengembangkan cerita dan membuka inti konflik sesungguhnya, menggugah emosi pembaca.
-          Bagian akhir, kesimpulan yang berisi penyelesaian konflik, tujuan bagian ini adalah menyelesaikan cerita dan memberi kesimpulan.

  1. Tulis novelmu
-          Lakukan riset
Sebelum kamu menulis cerita pastikan kamu sudah paham apa yang akan ditulis. Dengan riset, kamu akan menampilkan cerita yang autentik dan masuk akal. Jika menulis tentang pengacara, kamu tidak harus menjadi seorang pengacara. Kamu bisa melakukan riset dengan berbagai cara yang sesuai.
-          Pahami Unsur-unsur cerita dan proses menulis
Pastikan kamu sudah memahami format penulisan novel dan hal apa saja yang harus diperhatikan. Pahami unsur-unsur utama dalam novel: tema, tokoh, plot/ alur cerita, latar (suasana, tempat, waktu) sudut pandang (PoV) pastikan PoV sesuai karakter dan mendukung konflik.
Perhatikan gaya bercerita dan kebahasaan, dialog, deskripsi pilihan kata, tanda baca, dan ejaan. Sesuakan gaya cerita dengan target pembaca. Patsikan stuktur cerita udah tepat untuk cerita yang kamu tulis.
Pembagian bab sub bab harus jelas agar gagasan pokok cerita tersampaikan.
Pastikan kamu menulis awalan bab yang menarik serta akhir cerita yang memuaskan. Kembangkan unsur unsur cerita dengan maksimal, sehingga cerita menjadi utuh. SELESAIKAN NOVELMU.

  1. Edit Novelmu (Self Editing)
All writing process of elimination, kata Martha Albhand. Setelah selesai menuliskan draf novelmu, cek kembali sebelum dikirim ke penerbit. Kamu bisa ‘memeram’ draftmu selama beberapa minggu. Baca kembali, perbaiki yang kurang. Buang /ganti  bagian yang tidak mendukung cerita.
Kamu juga bisa meminta orang yang kamu percaya untuk membaca draftmu dan minta masukan dari mereka. tentu kamu harus terbuka dengan kritik dan saran, jika untuk kebaikan novelmu, kenapa tidak kamu terapkan. Iya kan?
  1. Kirimkan Novelmu. Setelah yakin novelmu maksimal kirimkan novelmu ke penerbit kamu incar, pastikan kamu sudah tahu pengiriman naskah, baik dari segi format penulisan maupun prosedur pengiraman, apa yang harus dicantumkan diamplop.
  2. Tunggu konfirmasi/ ‘status’ naskahmu dari penerbit
Biasanya lama penilaian disetiap penerbit berbeda beda. Saat mengirim naskah ke penerbit, sebaiknya kamu menunggu kepastian terlebih dahulu dari penerbit yang bersangktan, jangan mengirim naskah yang sama ke beberapa penerbit dalam waktu bersamaan.
Proses naskah di penerbit memerlukan waktu tertentu. Jika kamu ingin mengirim ke penerbit lain, sebiknaya kamu informasikan dulu ke penerbit sebelumnya. Selama proses  penegiriman ini kamu kamu juga bisa mengontak penerbit untuk mengetahui dimana posisi naskahmu. Pastikan kamu tidak membuang buang waktu. Tulis lagi novel/ buku yang lain agar waktu menunggu tidak sia sia.



 


5 komentar:

  1. Wow ... bagi2 ilmu .... sering2 saja mbak, lumayan tuh ya ada banyak bahan buat ngeblog :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yeeaaah tamu pertama ... iya nih, nulisnya diirit aja biar panjang episodenya wkkkk

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Balasan
    1. makasih mba eni martini ... sudah mampir ... :)

      Hapus